Atletik Lari Sprint 100m


ATLETIK NOMOR LARI SPRINT 100m

D

I

S

U

S

U

N

OLEH :

FAUZIAH LUBIS

XI IPA 3

SMA PLUS NEGERI 4 OGAN KOMERING ULU

BATURAJA

I.                   SEJARAH KEJUARAAN DUNIA ATLETIK

Kejuaraan Dunia Atletik IAAF (bahasa Inggris: IAAF World Championships in Athletics) adalah kompetisi atletik yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IIAF).

Kejuaraan dunia atletik pertama kali dilangsungkan di Helsinki pada tahun 1983. Kejuaraan Dunia Atletik pertama berlangsung setelah disetujui Pertemuan Dewan IAAF di Puerto Rico pada tahun 1976. Walaupun demikian, ide mengadakan kejuaraan dunia untuk olahraga atletik mulai ada sejak tahun 1960-an. Pada waktu itu, negara-negara anggota IAAF tidak sependapat lagi dengan keputusan IAAF tahun 1913 yang menyamakan Olimpiade Musim Panas dengan kejuaraan dunia atletik.

Setelah kota StuttgartJerman Barat dan HelsinkiFinlandia mencalonkan diri, Dewan IAAF memutuskan Helsinki sebagai tempat penyelenggaraan kejuaraan dunia yang pertama. Kejuaraan dilangsungkan di Stadion Olimpiade Helsinki, tempat Olimpiade Helsinki 1952 dilangsungkan.

Atlet dan jumlah negara peserta terus bertambah setiap kali kejuaraan dilangsungkan. Kejuaraan Dunia Atletik yang pertama pada tahun 1983 hanya diikuti 1.300 atlet dari 154 negara, sedangkan pada tahun 2003 diikuti 1.907 atlet dari 203 negara.

Daftar berikut ini dari Sejarah Kejuaraan Dunia Atletik IAAF

Ke

Tahun

Kota

Negara

Tanggal

Stadion

Jumlah
nomor

Jumlah
atlet

1

1983

Helsinki

Finlandia

7 Agustus - 14 Agustus 1983

Olympiastadion

41

1.355

2

1987

Roma

Italia

28 Agustus - 6 September 1987

Stadion Olimpico

43

1.451

3

1991

Tokyo

Jepang

23 Agustus - 11 September 1991

Stadion Olimpiade Tokyo

43

1.517

4

1993

Stuttgart

Jerman

13 Agustus - 22 Agustus 1993

Stadion Gottlieb-Daimler

44

1.689

5

1995

Gothenburg

Swedia

5 Agustus - 13 Agustus 1995

Ullevi

44

1.804

6

1997

Athena

Yunani

1 Agustus - 10 Agustus 1997

Stadion Olimpiade Athena

44

1.882

7

1999

Sevilla

Spanyol

20 Agustus - 29 Agustus 1999

Stadion Olimpiade Sevilla

46

1.821

8

2001

Edmonton

Kanada

3 Agustus - 21 Agustus 2001

Stadion Persemakmuran

46

1.677

9

2003

Saint-Denis

Perancis

23 Agustus - 31 Agustus 2003

Stade de France

46

1.679

10

2005

Helsinki

Finlandia

6 Agustus - 14 Agustus 2005

Olympiastadion

47

1,688

11

2007

Osaka

Jepang

24 Agustus - 2 September 2007

Stadion Nagai

47

1.981

12

2009

Berlin

Jerman

15 Agustus - 23 Agustus 2009

Olympiastadion

13

2011

Daegu

Korea Selatan

2011

Stadion Piala Dunia

14

2013

Moskwa

Rusia

2013

Stadion Luzhniki

  1. II.               Sprint
    Pengertian sprint
    Lari cepat atau sprint adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh, sampai dengan jarak 400 meter masih dapat digolongkan dalam lari cepat. Menurut Muhajir (2004) sprint atau lari cepat yaitu, perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh yang menempuh jarak 100 m, 200 m, dan 400 m.

Nomor atletik lari jarak pendek biasa disebut sprint race. Karena itu pelari nomor atketik lari jarak pendek sering disebut sprinter. Lari jarak pendek merupakan salah satu nomor yang dilombakan pada Olimpiade Kuno di Yunani.

Cabang atletik lari jarak pendek bisa diselenggarakan di dalam ruangan (indoor) atau di luar ruangan (outdoor). Di negara-negara yang memiliki empat musim, perlombaan indoor biasa dilangsungkan pada musim dingin. Sementara perlombaan outdoor biasanya diselenggarakan pada musim panas.

Bagi mereka yang kurang memahami tentang atletik, terutama cabang lari, mungkin akan sedikit bingung dengan istilah lari jarak pendek. Selain ditentukan jarak, lari ini dikenal dengan nama sprint. Dinamakan sprint karena olahraga ini mengandalkan kecepatan otot, terutama pada otot tungkai untuk bisa bekerja dengan tenaga penuh atau full speed.

Otot tungkai ini akan digunakan bekerja maksimal guna menghasilkan kecepatan lari sang atlet. Hal ini karena lari jarak pendek ini menuntut seorang pelari untuk bisa mencapai finis dengan cepat tanpa perlu mengatur ritme lari atau pernafasan. Inilah yang membedakan dengan jenis lari lain seperti pada lari jarak menengah dan lari jarak jauh atau marathon.

Pada kedua jenis lari tersebut, seorang pelari harus bisa menjaga ritme lari mereka. Sang atlet harus tahu waktu kapan berlari dengan kecepatan sedang dan juga saat berlari dengan kecepatan penuh. Di sisi lain, pelari harus pula mampu mengatur pernafasan mereka agar stamina yang ada bisa digunakan untuk menyelesaikan seluruh perlombaan lari.

Untuk lari jarak pendek sendiri memiliki beberapa nomor yang biasa dipertandingkan. Jarak yang biasa dilombakan terdiri menjadi lima jenis. Yaitu untuk jarak 50 meter, 60 meter, 100 meter, 200 meter serta 400 meter. Namun pada saat ini yang paling sering dilombakan pada berbagai ajang kejuaraan resmi hanyalah tiga nomor terakhir saja. Sementara untuk nomor 50 dan 60 meter, biasanya hanya digunakan untuk perlombaan amatir saja.

Lari 100 Meter (Sprint)

Lomba atletik lari jarak pendek 100 meter diselenggarakan di salah satu sisi lintasan atletik outdoor. Nomor ini dianggap nomor paling bergengsi dalam cabang olahraga atletik. Pemegang rekor dunia 100 meter sering disebut “manusia tercepat”.

Nomor estafet 4 × 100 meter juga cukup prestisius. Kecepatan rata-rata dalam nomor ini lebih cepat daripada nomor 100 meter karena pelari boleh mulai bergerak sebelum menerima tongkat estafet. Rekor dunia 4 × 100 meter putra dipegang tim Jamaika yang mencatat waktu 37,10 detik. Rekor tersebut diciptakan pada Olimpiade Beijing 1988. Adapun rekor nomor estafet 4 × 100 meter putri dipegang tim Jerman Timur yang mencatat waktu 41,37 detik pada 1985.

Hal – hal yang perlu diperhatikan untuk perlombaan sprint 100m :

  1. Lapangan
  2. Alat-alat :    ·    Pistol start
  • Start block (blok awal) yang dapat disetel (tanpa per).
  • Tiang finish 2 buah, tinggi 1,37m, lebar 8cm, tebal 2cm.
  • Pita finish dipasang setinggi 1,22m.
  • Kursi finish dengan 8 tangga untuk timers (pencatat waktu).
  • Stopwatch 24 buah untuk pelari.
  • Camera finish (alat foto finish).
  1. Tekhnik.

aba-aba start :  1 = Bersedia

2 = Siap

3 = Ya

a. Starting Position (posisi permulaan).

Sekarang hanya menggunakan medium start (permulaan yang sedang), yaitu pada aba-aba “bersedia” maka :

×      Jari kaki depan terletak 45cm dibelakang garis start.

×      Jari kaki belakang mundur lagi 20cm.

×      Kedua lengan tegak lurus dibelakang garis start, pandangan 5m didepan garis start. Pada aba-aba siap lutut belakang naik, pantat lebih tinggi dari kepala, dan kepala maju jauh.

b. Starting Action

Pada aba “Ya” gerakan meluncur maju harus meledak seperti pelurubukan seperti mobil baru berangkat. Gerakan kaki secepat mungkin, tiap kali harus menekan tanah sampai lutut lurus, kaki depan naik sampai maksimal. Badan condong sekali kedepan, gerakan tangan secepat mungkin, sudut di siku tangan selalu sudut lancip, meskipun pada saat tangan dibelakang.

c. Sprinting Action.

Gerakan kaki secepat mungkin, tiap kali harus menekan tanah sampai lutut lurus, kaki depan naik sampai maksimal. Badan condong sekali kedepan, gerakan tangan secepat mungkin, sudut di siku tangan selalu sudut lancip, meskipun pada saat tangan dibelakang, hanya disini badannya condong sedikit ke depan ±25º.

d. Finish Action

Ada tiga cara melewati finish, yaitu :

• Lari lurus terus tanpa perubahan.

• Ambyuk, dada maju, tangan kebelakang.

• Dada diputar hingga salah satu bahu maju kedepan.

  1. Disqualified

• Start mendahului aba-aba sampai dua kali.

• Mengganggu pelari lain selama lari.

• Masuk lintasan lain hingga mendapat keuntungan.

• Tidak sampai masuk finish.

Mengenal Teknik Sprint

Semua orang yang dalam kondisi normal pasti akan mampu berlari. Dengan demikian, lari sekilas nampak bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Namun bagi mereka yang sudah menggeluti olahraga ini, tentu akan mengerti bahwa lari dengan baik tidak semudah seperti yang biasa kita lakukan.

Di dalam olahraga lari, khususnya lari jarak pendek, kita harus bisa mengetahui dengan baik teknik dalam berlari. Hal ini bertujuan agar tenaga yang dihasilkan pada otot tungkai bisa optimal. Selain itu, kita bisa menjaga keseimbangan dan juga meminimalisir hambatan angin yang akan datang pada saat kita berlari. Namun yang paling utama adalah, dengan mengetahui teknik berlari secara baik kita bisa mencegah cedera yang mungkin terjadi.

Didalam berlari ada tiga proses yang harus diperhatikan. Ketiga proses tersebut adalah pada saat bersiap atau start, teknik saat berlari dan yang terakhir adalah teknik pada saat kita memasuki garis finis. Ketiganya harus bisa dilakukan secara tepat agar bisa meraih hasil optimal ketika kita melakukan lari jarak pendek.

Secara lebih detail akan dijabarkan seperti berikut ini.

1. Teknik Start

Pada saat start yang perlu diperhatikan adalah posisi atlet di belakang garis start. Yang harus dilakukan adalah dengan menempatkan badanpada papan tumpuan. Di sini, atlet lari harus dalam posisi jongkok, dimana kedua lengan dalam posisi lurus yang vertikal. Sementara kedua tangan ditumpukan pada bagian tanah yang sejajar dengan garis start.

Seorang wasit akan memberikan aba-aba sebelum peserta berlari. Ketika wasit meneriakkan kata “Siap” pelari segera mengangkat bagian panggul sedikit ke bagian atas. Pada posisi ini, bagian panggul akan berada dalam posisi yang lebih tinggi daripada bahu serta kepala. Yang tidak boleh dilupakan adalah, pada saat ini konsentrasi harus terpasang penuh untuk mendengarkan aba-aba lanjutan dari wasit.

Dan ketika wasit sudah meneriakkan kata “Ya” atau dengan menggunakan alat bantu seperti “pistol”, maka pelari harus langsung menghentakkan bagian kaki yang berada di papan tolak. Pada saat ini, pelari harus mampu menghasilkan gerakan eksplosif guna mendorong pelari agar bisa mencapai garis finish secepat mungkin.

2. Teknik Berlari

Pada saat berlari, atlet harus memperhatikan koordinasi ayunan lengandengan gerakan bagian tungkai. Posisi lengan harus terayun dengan posisi ditekuk 90 derajat. Ayunan harus mencapai bagian depan atau sedikit di bawah bagian dagu.

Sementara untuk tungkai diayunkan, harus terayun dengan sempurna. Yaitu ayunan bagian terdepan diangkat hingga bagian paha.

3. Teknik Masuk Finish

Posisi saat masuk finis akan memiliki peran penting mengingat pada lari jarak pendek selisih antar pelari sangat tipis. Ketika masuk finish, seorang pelari sebaiknya memosisikan diri dengan badan yang sedikit tegak dan pada bagian dada dibusungkan. Hal ini sebagai cara agar bagian tubuh pelari bisa lebih cepat terekam kamera di garis finish yang juga digunakan sebagai alat bantu untuk menentukan pemenang lomba.

III.              LAPANGAN ATLETIK

A. Lintasan dan Lapangan Dalam Ruangan

Dalam lintasan indoor atlet berkompetisi sama dengan event lintasan di outdoor dengan pengecualian untuk lari 100m dan 110/100m haling rintang (diganti dengan sprint 60m dan 60 m halang rintang di tingkat kebanyakan dan kadang 55m sprint dan 55m haling rintang di tingkat SMA) dan lari 10.000m, jalan cepat 300m, dan 400m haling rintang. Indoor juga mendapat tambahan lari 3000m yang normalnya pada tingkat kampus dan elit dibandingkan memakai 10.000m. marathon 5.000m adalah event lari jauh yang paling umum, walaupun ada situasi dengan jarak lebih jauh pernah dilombakan.

Di event lapangan, perlombaan indoor hanya menampilkan lompat tinggi, lompat galah, lompat jauh, lompat ganda dan menembak. Lembar lembing, lempar bola besi dan tolak peluru ditambahkan hanya untu event outdoor, dimana normalnya tidak ada ruang yang cukup dalam stadion indoor pada perlombaan tersebut.

Event unik dari perlombaan indoor (terutama di Amerika Utara) adalah lempar beban seberat 300, 600, 1000 dan 35 pon. Di Negara lain, terutama Norwegia, lompat jauh berdiri dan lompat tinggi berdiri juga dilombakan, bahkan di Kejuaraan Nasional untuk atlet multi-event ada Pentathlon untuk wanita (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru dan 800m) dan heptathlon untuk pria (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru, 60m lari, lompat galah dan 1000m lari) indoor. Untuk outdoor ada heptathlon untuk wanita dan decathlon untuk pria.

B. Lintasan dan Lapangan Luar Ruangan

Lintasan dan Lapangan luar ruangan biasanya dimulai dan diakhiri selama musim semi. Kebanyakan lintasan adalah berbentuk oval untuk keadaan 400m. Tetapi, beberapa lintasan tua berukuran 440 yardm dimana ada beberapa lintasan yang tidak oval dan tidak 400m/440 yard karena keadaan geografis.

Lintasan modern memakai permukaan yang dikaretkan, dan lintasan yang lebih tua memakai pasir atau kerikil. Lintasan normalnya memakai 6-10 jalur dan bisa termasuk sebuah jalur langkah dan selokan di salah satu belokan. Jalur ini isa ada di luar atau di dalam lintasan, membuat tikungan yang lebih sempit atau lebar. Sangat umum dimana lintasan itu akan mengelilingi sebuah lapangan bermain yang dipakai untuk American Footballsepak bola, atau lacrosse.

Lapangan didalam ini biasanya dikenal dengan lapangan dalam dan permukaanya memakai rumput atau karpet buatan, dan tempat diaman tim menggelar kamping selama turnamen panjang. Tetapi lempar lembing, bola besi dan cakram biasanya dilombakan di luar lapangan di lapangan lain karena membutuhkan ruangan yang lebih luas, dan implementasinya mungkin bisa merusak lapangan yang dipakai atau lintasan.

IV.              Para Sprinter Atletik Lari Jarak Pendek

Pemegang rekor dunia putri adalah mendiang Florence Griifith-Joyner (21 December 1959 – 21 September 1998) dan dinobatkan sebagai  “perempuan tercepat sepanjang masa”. Hingga sekarang, belum ada sprinter putri yang bisa memecahkan rekor 10,49 detik yang diciptakan Flo-Jo (panggilan akrab Florence Griffith-Joyner). Rekor dunia cabang atletik lari jarak pendek 100 dan 200 meternya, yang dibuat pada 1988, masih bertahan hingga sekarang.

Pada Olimpiade Berlin 1936, James Cleveland “Jesse” Owens (12 September  1913 – 31 Maret 1980) dari Amerika Serikat meraih 4 medali emas. Sprinter berkulit hitam ini memenangi cabang atletik lari jarak pendek nomor 100 meter, 200 meter, dan atletik lompat jauh. Selain itu, ia menjadi anggota tim Amerika Serikat yang memenangi nomor estafet 4  × 100 meter.

James “Jim” Ray Hines (lahir pada 10 September  1946)  merupakan pelari atletik lari jarak pendek pertama yang menembus batas 10 detik dalam nomor 100 meter. Pada Olimpiade Meksiko 1968, pelari Amerika Serikat ini memenangi nomor 100 meter putra dengan catatan waktu 9,95 detik. Catatan waktu Hines tersebut menjadi rekor dunia dan bertahan selama 15 tahun. Pada 1983, barulah rekor tersebut dipecahkan Calvin Smith, juga dari Amerika Serikat, dengan catatan waktu 9,93 detik.

Sprinter paling fenomenal pada dasawarsa 1980-an adalah Frederick Carlton “Carl” Lewis (lahir 1 Juli 1961). Sepanjang kariernya sebagai atlet, pelari Amerika Serikat ini meraih 10 medali Olimpiade (9 di antaranya medali emas). Selain itu Carl Lewis juga meraih 10 medali Kejuaraan Dunia (8 di antaranya medali emas).

Negara Korea pun menciptakan sejarah baru dalam cabang atletik lari jarak pendek 100 meter. Rekor baru cabang atletik lari jarak pendek ini dibuat oleh Kim Gook-young, pelari jarak pendek yang merupakan atlet termuda nasional, yaitu berusia 19 tahun. Ia memecahkan rekor atetik lari jarak pendek Korea sebanyak dua kali dan berturut-turut. Ia berhasil memecahkan rekor yang sudah 31 tahun bertahan.

Indonesia juga sempat memiliki beberapa nama yang terkenal di tingkat Asia Tenggara dalam cabang olahraga ini. Terbukti nomor lari jarak pendek ini menjadi salah satu andalan Indonesia setiap pentas olahraga Asia Tenggara, yaitu Sea Games. Pada era tahun 80 hingga pertengahan 90an, Indonesia memiliki raja lintasan pendek bernama Purnomo Muhammad Yudhi yang menjadi salah satu atlet lari jarak pendek yang disegani di kawasan Asia Tenggara.

Di era tahun 2000an, Indonesia kembali memiliki raja lari jarak pendek. Suryo Agung merupakan andalan Indonesia untuk nomor tersebut. Atlet dari Jawa Tengah ini tercatat beberapa kali membela Indonesia dalam pesta olahraga tersebut dan selalu berhasil meraih medali.

Namun untuk saat ini, sprinter terhebat tentu saja Usain Bolt dari Jamaika yang merupakan pemegang rekor dunia putra atletik lari jarak pendek, dengan catatan waktu 9,58 detik. Rekor tersebut ia ciptakan pada 16 Agustus 2009 dalam Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Berlin. Ia bersaing dengan rekan senegaranya, Asafa Powell, dan pelari Amerika Serikat, Maurice Green dan Tyson Gay.

Berikut adalah cuplikan artikel tentang Usain Bolt.

Paris (Phinisinews/AFP) – Usain Bolt yang menjadi pembicaraan hangat menjelang Kejuaraan Dunia Atletik di Daegu, Korea Selatan pada 27 Agustus sampai 4 September mendatang, menyatakan siap untuk mempertahankan gelar sebagai manusia tercepat dunia.

Tapi pelari asal Jamaika itu juga mengingatkan bahwa kemungkinan tidak ada rekor baru yang lahir dari ayunan langkahnya. Bolt sampai saat ini masih mendominasi lari jarak 100m dan 200m sejak tampil sebagai juara di Olimpiade 2008 Beijing.

Pelari berusia 24 tahun itu mencatat prestasi menakjubkan di kejuaraan dunia di Berlin pada 2009 ketika ia mempertajam lagi dua rekor miliknya di nomor 100m dan 200m, masing-masing dengan waktu 9,58 detik dan 19,19 detik. Tapi akibat cedera yang dialaminya, Bolt mengingatkan para pendukungnya bahwa ia “hanya manusia” dan harapan tinggi agar ia terus menciptakan rekor adalah hal yang tidak realistis.

“Saya adalah juara Olimpiade dan juara dunia. Target saya adalah mempertahankan gelar juara,” katanya. “Tapi saya tidak akan bisa mencapai 9,58 detik tahun ini, saya tidak berada pada tingkat seperti dua tahun lalu. Saya akan mencoba untuk mencapai 9,7 detik, atau mungkin 9,6 detik,” kata Bolt.

Persaingan di lintasan jarak pendek kelompok putra akan berkurang karena saingan terberat Tyson Gay asal AS tidak ikut berlomba karena cedera, sementara rekan senegaranya Steve Mullings hanya bisa menonton dari rumah karena untuk kedua kalinya terbukti menggunakan doping.

Di bagian putri, persaingan ketat diperkirakan akan terjadi antara sprinter AS Carmelita Jeter yang mencapai penampilan terbaik tahun ini di nomor 100m dan bertekad untuk meraih gelar juara di event penting untuk pertama kalinya. Jeter juga bertekad untuk merebut gelar juara di nomor 200m, bersaing dengan dengan Shalonda Solomon dan juara bertahan tiga kali Allyson Felix.

Tapi di kejuaraan dunia yang menampilkan 1945 atlet dari 202 negara itu, Felix akan bersaing di nomor yang selama ini sebenarnya bukan spesialisasinya, yaitu 200m dan 400m. Kejuaraan dunia tersebut dipastikan tidak akan diikuti juara bertahan Jeremy Wariner dari AS (400m) dan Teddy Tamgho dari Perancis (lompat jangkit).
 

Jumat, Bolt dan Dua Raja Sprinter Bertarung Lagi

Kamis, 04 September 2008 | 10:26 WIB

TEMPO InteraktifBrussels: Kampiun Olimpiade dan pemegang rekor dunia, Usain Bolt akan bersaing dengan juara dunia, Tyson Gay dan rekan senegaranya dari Yamaika, Asafa Powell dalam pertarungan antara para juara nomor sprint 100 meter (m), di Brussels, Jumat (5/9).

Bolt, yang bersinar pada Olimpiade Beijing dengan meraih emas sekaligus memperbarui rekor dunia 100 m, 200 m, dan 4×100 m, akan bertemu dua musuh bebuyutannya itu dalam apa yang disebut sebagai Kejuaraan Liga Emas.

Gay, dari Amerika Serikat sebelum ini didera cedera berkepanjangan dan gagal ke Olimpiade Beijing manakala Powel, mantan pemegang rekor dunua, hanya menduduki tempat kelima 100 m di Beijing.

Namun, setelah itu Powel membuktikan dirinya masih layak bersaing dengan sprinter mana pun di jagat ini ketika mencatat waktu 9,72 saat bertanding di Lausanne, Swiss, Selasa (2/9) lalu, hanya terpaut 0,03 detik di belakang rekor dunia milik Bolt yang dibuat di Beijing pada 16 Agustus silam.

“Bolt bukan masalah bagi saya dan ini menjadikan perlombaan nomor 100 meter kian menarik. Yang dapat saya katakan, saya akan melakukan yang terbaik besok,” kata Bolt, seperti yang dilansir AFP.

Adapun Gay mengatakan, dia bergairah untuk berlari di Brussel walaupun belum siap seratus persen. Gay yang ditimpa cedera dalam sesi pemilihan atlet Amerika ke Olimpiade Beijing, Juni lalu, berhasil mencatat 20,26 detik saat bertanding dalam nomor 200 m di Gateshead, Sabtu lampau (30/8).

Bolt hanya bertemu sekali dengan Gay dalam nomor 100 m, saat dia memperbarui rekor dunia 9,72 di New York, pada Mei, dengan Gay di belakangnya dengan catatan 9,85 detik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: