informasi tentang universitas – universitas Indonesia ^^ (T1 – TIK)

1. www.ui.ac.id

Modernisasi merambah kaum intelektual medis di Indonesia pada tahun 1946 dengan waktu studi kedokteran selama 7 tahun. Dibukanya Nood Universiteit van Indonesia menjadi gema pertama yang menandai dimulainya era modern tersebut, dilanjutkan dengan berdirinya Perguruan Tinggi Kedokteran Universitas Gajah Mada di Klaten tahun 1949. Uniknya, walau tercatat kurikulum resmi selama 7 tahun, mahasiswa dibebaskan untuk menentukan sendiri lama masa studinya. Bahkan, bila sang siswa telah siap ujian, tanggal ujian pun dapat ia tentukan sendiri. Tak heran bila periode ini disebut sebagai masa studi bebas (free study atau vrije studie).

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) adalah Fakultas Kedokteran pertama, terbaik dan terbesar di Indonesia. FKUI paling unggul dalam pendidikan kedokteran, ilmu biomedik, riset dan ilmu pengetahuan medis klinis.

FKUI mengacu pada Program Standar Internasional di bidang pendidikan kedokteran yang ditetapkan olehWorld Federation of Medical Education (WFME). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas di bidang pendidikan kedokteran. Konsep-konsep yang diimplementasikan di pendidikan kedokteran adalah untuk mencapai karakteristik The Five Star Doctor (WHO) sebagai berikut:

Dokter Bintang Lima (the Five Star Doctor)

  • Penyedia Pelayanan Kesehatan & Perawatan (Care provider)
  • Pengambil Keputusan (Decision-maker)
  • Komunikator yang baik (Communicator)
  • Pemimpin Masyarakat (Community leader)
  • Pengelola Manajemen (Manager)

Lulusan FKUI harus memiliki kemampuan untuk bekerja dan memberikan kontribusi, baik secara nasional, regional dan internasional. Terkait dengan hal tersebut, lulusan program ini harus memiliki kompetensi dengan standar internasional. Dengan demikian, peningkatan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia merupakan keharusan bagi FKUI untuk dapat menghasilkan dokter-dokter Indonesia yang dapat berkompetisi dengan dokter-dokter dari luar negeri.
Mahasiswa FKUI datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari negara lain. Keragaman mahasiswa tersebut memberi tanggung jawab lebih kepada FKUI untuk dapat menyelenggarakan suatu pendidikan kedokteran yang membekali lulusan dengan pengetahuan menyeluruh tentang kedokteran dan kesehatan, dengan efisiensi biaya sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Untuk masuk dalam program sarjana ini ada beberapa jalur masuk yang dapat ditempuh. Kuota terbesar adalah saringan melalui Seleksi Masuk UI (SIMAK UI), yakni sebesar 56%. Kemudian berikutnya adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yakni sebesar 14%. Sedangkan sisa kuota 30% adalah dari Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB), Ujian Masuk Bersama (UMB) dan Kerjasama Daerah Industri (KSDI).

Untuk info lebih lanjut tentang penerimaan di Universitas Indonesia, silakan kunjungi www.penerimaan.ui.ac.id

2. www.unsri.ac.id

Fakultas Kedokteran


Contact
Gedung Fakultas Kedokteran
Kampus UNSRI – Indralaya, OI
Phone : 0711-580061
Fax : 0711-580061
Website: www.fk.unsri.ac.id

Sejarah

Pada bulan Agustus 1960, atas saran Gubernur Achmad Bastari dan Panglima Kodam IV/Sriwijaya Kol. Harun Sohal, dibentuklah suatu Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Kedokteran oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Palembang dengan susunan Ketua dr. Adnan WD, Wakil Ketua Kol. dr. Noesmir, Sekretaris I dr. Goepito Hardjowijono, Sekretaris II Kol. dr. J. Roesad, dengan beberapa anggota, antara lain, dr. M. Ali (Lie Kiat Teng), dr. Setiardjo, dr. A. Hakim dan dr. M. Hoesin. Pada tanggal 15 September 1960, Panitia berhasil menggariskan rencana dan pedoman kerja untuk mendirikan Fakultas Kedokteran. Dalam proses persiapan ini, panitia antara lain berkonsultasi dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. dr. Soekarjo. Hasil rapat kerja panitia ini kemudian diserahkan kepada Rektor Unsri drg.M.Isa pada tanggal 26 April 1961.

Pada tanggal 4 September 1961, Rektor Unsri, dengan persetujuan Panglima Kodam IV/Sriwijaya menunjuk Kol. dr. J. Roesad menjadi formateur merangkap Ketua Panitia Pendirian Fakultas Kedokteran Unsri dengan SK No. Kpts 777-3/9/1961. Pada tanggal 2 Januari 1962 Panitia mengadakan pembicaraan dengan ketua Presidium UI Prof. Dr. Soedjono D Poesponogoro dan menghasilkan kesediaan UI untuk membantu tenaga pengajar. Pada tanggal 24 Juli 1962, sementara menunggu keputusan Menteri PTIP, dikeluarkanlah Keputusan Presiden Unsri No. 292/K.I mengenai dibukanya Fakultas Kedokteran terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1962. Pengakuan resmi oleh Pemerintah terbit dalam bentuk SK Menteri PTIP No. 668/A/III/1962 tanggal 4 September 1962. Sementara menunggu kedatangan dr. A.I. Muthalib yang akan menjabat Dekan, Dekan FK Unsri dijabat oleh Presiden Unsri drg. M.Isa, sementara Pembantu Dekan bidang akademis dijabat oleh Kol. dr. J. Roesad. Upacara resmi berdirinya FK Unsri dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 1962, yang selanjutnya dipandang sebagai ” Hari jadi” FK Unsri, bertempat di Aula Rumah sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang oleh Brigjen Dr. Soemantri, kuasa Menteri I Departemen PTIP sekaligus menandatangani Piagam Pendirian FK Unsri.

Perkembangan berikutnya adalah diakuinya FK Unsri sebagai penyelenggara pendidikan dokter spesialis, terbit dalam bentuk SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0271/U/1980 tanggal 4 Desember 1980 untuk Program Studi Ilmu Kesehatan Anak dan Program Studi Ilmu Bedah. Pada tahun 1982 diakui pula Program Studi Ilmu Penyakit Mata. Tahun 1986 Program Studi Ilmu Penyakit Dalam, dan pada tahun 1987 Program Studi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Pada tahun 2002 telah dibuka Program Studi Ilmu Penyakit Syaraf dan Program Studi Ilmu Patologi Anatomi.

Pimpinan

Dekan          : Prof. dr. Zarkasih Anwar, SP.A (K)

Pb. Dekan I  : dr. Erial Bahar, M.Sc.

Pb. Dekan II : Prof. dr. Hermansyah, SpPD, KR

Pb. Dekan III: Drs.Kusumo Hariyadi, M.S.Apt.
Penyelenggaraan Pendidikan

Pengembangan dan pembinaan pendidikan dokter di FK Unsri berorientasi kepada ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran serta masyarakat

Orientasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
ini berarti FK Unsri selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedoketeran. Melalui kurikulum pendidikannya, khususnya isi pendidikan dan berbagai bentuk pengalaman belajar yang diperlukan, peserta didik di arahkan untuk dapat mengikuti dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran serta perkembangannya

Orientasi masyarakat
Ini berarti bahwa pendidikan kedoketaran di FK unsri mengacu kepada tuntutan perekmbangan dan kebutuhan masyarakat serta pembangunan di masa datang

Pendidikan dokter dibagi atas 2 tahap yang dilaksanakan secara terintegarsi

Tahap Program Akademik
Tahap Program Akademik diselenggarakan dalam 8 semester dengan masa studi maksimum 14 semester. Setelah selesai menempuh dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, mahasiswa berhak mendapat gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) dan berhak melanjutkan pendidikan ke tahap program Keprofesian.

Tahap Program Keprofesian
Diselenggarakan dalam empat semester (semester IX sampai dengan XII). dalam tahap ini mahasiswa menjalani kepaniteraan Klinik (KK), di 15 Bagian/Departemen yang merupakan suatu proses belajar yang berkesinambungan, karena itu satu semester ini setara dengan 26 minggu kalender. Setelah selesai menempuh dan memenuhi persyaratan yang ditentukan mahasiswa berhak mendapat sebutan dokter.
Program Pendidikan

Program Studi Pendidikan Dokter – S1

Program Studi Ilmu Keperawatan – S1

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat – S1

Program Studi Kedokteran Gigi – S1

Program Studi Teknik Gigi – D3

Program Studi Ilmu Kesehatan Anak – Spesialis

Program Studi Ilmu Bedah – Spesialis

Program Studi Ilmu Penyakit Mata – Spesialis

Program Studi Ilmu Penyakit Dalam – Spesialis

Program Studi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan- Spesialis

Program Studi Ilmu Patologi Anatomi – Spesialis

Program Studi Ilmu Penyakit Syaraf – Spesialis

3.  www.ugm.ac.id

Program Studi

Program S1

  1. Program Studi Pendidikan Dokter
  2. Program Studi Ilmu Keperawatan
  3. Program Studi Gizi dan Kesehatan

Ragam Jalur Masuk Program Reguler

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)

Program S2

  1. Program Studi Ilmu Kedokteran Dasar & Biomedis
  2. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
  3. Program Studi Ilmu Kedokteran Tropis
  4. Program Studi Ilmu Kesehatan Kerja
  5. Program Studi Ilmu Kedokteran Klinik
  6. Program Studi Ilmu Pendidikan Kedokteran

Program S3

Ilmu Kedokteran dan Kesehatan

Profil Bagian

  1. Bagian Anastesi dan Reanimasi
  2. Bagian Anatomi, Embriologi & Antropologi
  3. Bagian Biokimia
  4. Bagian Kesehatan Kulit dan Kelamin
  5. Bagian Farmakologi dan Terapi
  6. Bagian Forensik dan Medikolegal
  7. Bagian Histologi dan Biologi Sel
  8. Bagian Ilmu Bedah
  9. Bagian Ilmu Faal
  10. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa
  11. Bagian Ilmu Kesehatan Anak
  12. Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
  13. Bagian Ilmu Penyakit Mata
  14. Bagian Ilmu Penyakit Saraf
  15. Bagian Kardiologi dan Vaskuler
  16. Bagian Mikrobiologi
  17. Bagian Obstetri dan Ginekologi
  18. Bagian Parasitologi
  19. Bagian Patologi Anatomi
  20. Bagian Patologi Klinik
  21. Bagian Pendidikan Kedokteran
  22. Bagian Ilmu Penyakit Dalam
  23. Bagian Radiologi
  24. Bagian THT

Ilmu Penyakit Saraf

January 10, 2011 by myrta
Filed under Bagian

Leave a Comment

Ilmu Penyakit Saraf
Kepala Bagian : dr. Imam Rusdi, Sp.S(K)
Sekretaris Bagian : dr. Astuti, Sp.S

Staf Pendidik :
1. Prof. dr. Harsono Sp.S(K).
2. Prof. Dr. dr. Samekto Wibowo Sp.S(K)., Sp.SFK.
3. Prof. Dr. dr. Sri Sutarni Sp.S(K).
4. dr. H. Pernodjo Dahlan Sp.S(K).
5. dr. Damodoro Nuradyo Sp.S(K)
6. dr. Imam Rusdi Sp.S(K).
7. dr. Ahmad Asmedi Sp.S(K)., M.Kes.
8. dr. Abdul Ghofir, Sp.S (K)
9. dr. Cempaka Thursina, Sp.S
10. dr. H.Moh Was’an, Sp.S(K)
11. dr. Indarwati Setyaningsih, Sp.S (K)
12. dr. Ismail Setyopranoto, Sp.S (K)
13. dr. Paryono, Sp.S
14. dr. Sekar Satiti, Sp.S (K)
15.dr.Subagya, Sp.S
16. dr. Yudiyanta, Sp.S

Alamat Bagian
Bagian/ SMF Ilmu Penyakit Saraf
Fakultas Kedokteran/ RSUP Dr Sardjito
(0274)587333 Psw. 336,337

STRUKTUR ORGANISASI
BAGIAN ILMU BEDAH FK UGM 2010-2013

Kepala Bagian : Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, SpB(K)Onk
Sekretaris Bagian : dr. Ishandono Dachlan, Msc., SpB-KBP

Bendahara I : dr. Wiryawan Manusubroto, SpB, SpBS
Bendahara II : dr. Hendro Wartatmo, SpB-KBD
Koordinator Pelayanan antar SMF : dr. Rahadyan Magetsari, PhD, SpOT, FICS
Koordinator Pengabdian Masyarakat : dr. Trisula Utomo, SpU

Koordinator Penelitian : dr. Puntodewo, M.Kes, SpOT, FICS
Anggota : dr. R. Artanto Wahyono, SpB

Koordinator Pendidikan S1 : dr. Rahmad Andi Hartanto, SpBS
Koordinator Profesi : dr. Handoyo Pramusinto, SpBS
Koordinator Elektif : dr. Haryo Aribowo, SpB-KBTKV
KPS Ilmu Bedah : dr. Supomo, SpB-KBTKV
SPS Ilmu Bedah : dr. M. Rosadi Seswandana, SpB, SpBP
Pengembangan & SDM : Kepala â“ Kepala Sub Bagian

Sub Bagian
Ka Sub Bagian Bedah Saraf : dr. Wiryawan Manusubroto, SpB, SpBS
Ka Sub Bagian Bedah Digestif : Prof. dr. Marijata, SpB-KBD
KPS Bedah Digestif : dr. Hendro Wartatmo, SpB-KBD
Ka Sub Bagian Urologi : Prof. dr. Prawito Singodimedjo, SpB, SpU
KPS Urologi : Prof. dr. Prawito Singodimedjo, SpB, SpU
Ka Sub Bagian Bedah Anak : dr. Rochadi, SpB-KBA
KPS Bedah Anak : dr. Rochadi, SpB-KBA
Ka Sub Bagian Bedah Onkologi : dr. Kunta Setiaji, SpB(K)Onk
Ka Sub Bagian Orthopaedi & Traumatologi : dr. Tedjo Rukmoyo, SpOT, Spine, FICS
KPS Orthopaedi & Traumatologi : dr. Rahadyan Magetsari, PhD, SpOT, FICS
Ka Sub Bagian Bedah Plastik : dr. Ishandono Dachlan, Msc, SpB-KBP
Ka Sub Bagian Bedah Thoraks & Kardiovaskuler : dr. Haryo Aribowo, SpB-KBTKV

4. www.usu.ac.id

SEJARAH FAKULTAS KEDOKTERAN USU

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS

Pada awal berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun 1952 tenaga pengajar pada umumnya adalah para dokter yang berpraktek di Medan dan sekitarnya. Pendidikan kedokteran tentulah diawali dengan pendidikan pre-medik dan pre-klinik. Sementara itu Rumah Sakit Pendidikan dipersiapkan dengan Program Studi sesuai dengan kelompok ilmu yang nantinya akan dipakai untuk pendidikan klinik Ilmu Kedokteran. Sejak saat itulah telah dirasakan perlunya keberadaan spesialis dimasing-masing Program Studi. Jelas seorang pembimbing klinik bagi seorang calon  dokter  harus yang mempunyai keahlian dibidang pendidikan dimaksud.

Sejak saat itu telah dimulai kegiatan  pendidikan spesialis yang ditujukan kepada penyediaan tenaga pengajar yang lebih berkualitas. Pada saat itu dokter staf pengajar yang belum mempunyai kualifikasi spesialis mengikuti bimbingan kepala bagian yang sudah berkualifikasi  spesialis. Pengakuan akan kualifikasi spesialis pada masa itu harus ditetapkan oleh pembimbing/kepala bagian dan baru sah sebagai spesialis apabila telah didaftarkan di Majelis Dokter Ahli (MDA)  yang merupakan bagian dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan diakui oleh Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.

Dalam perkembangan selanjutnya  setelah dimulai pendidikan kedokteran klinik/co-assiten makin terasa pula kebutu han tenaga pengajar klinik yang tentunya berkualifikasi  spesia lis.    Maka para kepala bagian memilih diantara lulusan dokter yang berminat dan pantas secara akademik maupun moral untuk dibimbing menjadi staf pengajar, baik dalam status kepegawaian Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Kesehatan/dokter rumah sakit. Dibeberapa bagian pada saat itu, kualifikasi diberikan oleh kepala bagian yang bersangkutan apabila dianggap sudah memadai. Bahkan pengakuan itu kadang kadang hanya dituliskan pada secarik kertas resep rumah sakit, tanpa ketikan tanpa upacara ataupun pelantikan. Hanya surat ini harus didaftarkan kepada pengurus pusat perkumpulan spesialis terkait dan selanjutnya didaftarkan di MDA.

Dibeberapa bagian  pelatihan masih harus disempurnakan dengan melakukan magang di rumah  sakit yang telah lebih dahulu melakukan pendidikan dokter spesialis seperti RS. Cipto Mangunkusumo di Jakarta.  Sampai tahun 1978 tatacara pendidikan dokter spesialis seperti inilah yang berlangsung. Pendidikan ditujukan terutama untuk memperkuat staf pengajar dibagian-bagian, tanpa kurikulum, calon dipilih oleh kepala bagian dan kualifikasi ditentukan sendiri oleh kepala bagian. Era ini adalah era dimana pendidikan dokter spesialis berlangsung dibawah naungan dan pengawasan perkumpulan dokter spesialis yang pada umumnya telah terbentuk diakhir tahun 1960 dan awal tahun 1970 an. Pada saat itu pula pendidikan ini dilakukan tanpa memungut biaya apapun dari peserta.

Oleh karena meningkatnya kebutuhan dokter spesialis dikalangan masyarakat untuk peningkatan pelayanan kesehatan, maka pada akhir tahun 1970-an Program Studi Kesehatan beserta Direktorat Jenderal perguruan tinggi Program Studi Pendidikan dan Kebudayaan  berhasil membentuk CMS (Consortium for Medical Sciences) dan selanjutnya menghimpun perhimpunan dokter spesialis dan masing-masing perhimpunan menyusun Katalog Pendidikan Dokter Spesialis.

Katalog ini rampung pada tahun 1978 dan diberlakukan sebagai pedoman kurikulum pendidikan dokter spesialis di rumah sakit pendidikan diseluruh Indonesia. Setiap pusat pendidikan harus mengajukan permohonan untuk dapat menjadi pusat pendidikan dokter spesialis dibidang tertentu kepada pengurus pusat perhimpunan dokter spesialis terkait. Pengurus pusat tersebut akan mengirim Tim untuk melakukan visitasi ke rumah sakit yang bersangkutan dan menilai kelengkapan pendidikan dokter spesialis dimaksud.

Bagi Program Studi yang dinilai belum mampu mendidik spesialis secara penuh maka bagian tersebut melakukan pendidikan secara partial, dimana penyelesaikan studi dilakukan dengan magang disuatu rumah sakit tertentu yang ditunjuk oleh perhimpunan profesi. Biasanya  pengajuan permohonan tersebut telah mempunyai suatu Fakultas Kedokteran tertentu dengan rumah sakit pendidikan untuk meluluskan sendiri spesialisnya,  kemudian diumumkan dikongres nasional perhimpunan. Sementara itu di Fakultas kedokteran masing-masing dibentuk Tim Koordinasi Pendidikan Dokter Spesialis (TKP-PPDS) yang mengkoordinasikan penyelenggaraan pendidikan ini.

Sejak saat itu pulalah Pendidikan Dokter Spesialis ini ditujukan bagi penyediaan tenaga spesialis bagi pelayanan kesehatan terutama di rumah sakit Kelas C di ibukota kabupaten diseluruh Indonesia. Sampai saat itu pendidikan tersebut pada umumnya juga  tanpa memungut biaya pendidikan.

Biaya pendidikan pada umumnya ditumpangkan kepada biaya yang dihimpun untuk pendidikan dokter. Keadaan seperti ini dirasakan makin sulit dipertahankan sehingga secara individual masing-masing pusat pendidikan mulai memungut biaya pendidikan yang bervariasi jumlahnya. Akhirnya biaya pendidikan ini menjadi resmi, dipungut oleh Universitas dan penggunaannya diatur sebagai dana resmi sesuai peraturan keuangan negara.

Sejak tahun 2001 pula pendidikan ini secara administratif berada dibawah Program Pasca Sarjana USU (PPs-USU). Dalam pada itu kelulusan ditentukan oleh bagian masing masing, sebahagian ada yang dengan ujian nasional sebelum maupun sesudah ujian dibagian, dan dilakukan wisuda secara umum di universitas.

Pada saat ini sedang dilaksanakan program pendidikan profesi bersamaan dengan program pendidikan akademik, sehingga lulusan nantinya sekaligus mendapat gelar akademik maupun profesi. Saat ini terdapat 18 Program studi di FK-USU yaitu :

1.   Program Studi Ilmu Kesehatan Anak

2.   Program Studi Ilmu Bedah

3.   Program Studi Ilmu Penyakit Dalam

4.   Program Studi Obstetri dan Ginekologi

5.   Program Studi Ilmu Kesehatan THT Bedah Kepala dan Leher

6.   Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

7.   Program Studi Ilmu Penyakit Mata

8.   Program Studi Ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi

9.   Program Studi Patologi Klinik

10.   Program Studi Penyakit Saraf

11.   Program Studi Ilmu Kedokteran Jiwa

12.   Program Studi Anestesiologi & Reanimasi

13.   Program Studi Patologi Anatomi

14.   Program Studi Ilmu Kedokteran Forensik

15.   Program Studi Radiologi

16.   Program Studi Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler

17.   Program Studi Ilmu Bedah Saraf

18.   Program Studi Bedah Orthopedi dan Traumatologi

Pada 7 November 2008 Dirjen Dikti telah mengeluarkan izin bagi Penyelenggaraan ProgramStudi Ilmu Kedokteran Klinis (S2) Fakultas Kedokteran USU. Sejak itulah maka program pendidikan Magister ini tidak lagi bernaung di bawah Biomedik Sekolah Pasca Sarjana USU tetapi dikelola langsung di bawah FK USU.

Artikel berikutnya :

Visi dan Misi PPDS FK USU

Alur Penerimaan PPDS FK USU

Info pendaftaran PPDS FK USU

Tentative Seleksi Penerimaan Calon Peserta PPDS FK USU

5. www.itb.ac.id

Sejarah

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI-ITB) yang diresmikan pada 1 Januari 2006 merupakan gabungan dua departemen di ITB, yaitu Departemen Teknik Elektro dan Teknik Informatika (SK Rektor No. 012/SK/01/OT/2005). Kedua departemen ini mempunyai sejarah yang panjang dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Teknik Elektro (EL) sejak tahun 1974, dan Teknik Informatika (IF) sejak tahun 1982.

Seiring dengan perkembangan Kurikulum 2008 dan kebutuhan masyarakat serta industri STEI ITB membuka dan menambah tiga program studi baru. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya SK Rektor Nomor : 268/SK/K01/OT/2008 tentang Pembukaan Program Studi Sarjana Teknik Tenaga Listrik, Teknik Telekomunikasi, Sistem dan Teknologi Informasi tanggal 26 nopember 2008. Oleh karena itu saat ini STEI menyelenggarakan pendidikan sejumlah 5 (lima) Program Sarjana Teknik (S1), yaitu Sarjana Teknik Elektro, Sarjana Teknik Informatika, Sarjana Teknik Tenaga Listrik, Sarjana Teknik Telekomunikasi, Sarjana Sistem dan Teknologi Informasi yang masing – masing berlangsung 8 semester dengan total kredit 144 SKS. Selain itu STEI ITB juga menyelenggarakan Program Magister Teknik (S2) dan Program Doktor (S3).

Visi dan Misi

Visi

Menjadi Institusi pendidikan tinggi, pengembang ilmu pengetahuan Teknik Elektro dan Informatika yang unggul dan terkemuka di Indonesia dan diakui didunia serta berperan aktif dalam usaha memajukan dan mensejahterakan bangsa.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi dan pendidikan berkelanjutan di bidang teknik Elektro dan Informatika dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi .
  2. Mengikuti (memelihara) keterkinian (state of the art) serta mengembangkan ilmu pengetahuan Teknik Elektro dan Informatika melalui kegiatan penelitian yang inovatif.
  3. Mendiseminasikan ilmu pengetahuan, teknologi dan pandangan/wawasan Teknik Elektro dan Informatika yang dimiliki kepada masyarakat baik melalui lulusannya, kemitraan dengan industri atau lembaga lainnya maupun melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka membentuk masyarakat berkearifan teknologi.

Sebagai Unit Keilmuan Serumpun, STEI mengembangkan keilmuan Teknik Elektro Informatika (komputing)

STEI menyelenggarakan program pendidikan sarjana sebagai berikut :

  1. Sarjana Teknik Elektro (EL)
  2. Rencana Studi: Teknik Elektronika
  3. Rencana Studi: Teknik Kendali
  4. Rencana Studi: Teknik Komputer
  5. Rencana Studi: Teknik Biomedika
  6. Rencana Studi: Umum (Mahasiswa dapat mendesain sendiri kurikulumnya)
  7. Sarjana Teknik Tenaga Elektrik (EP)
  8. Sarjana Teknik Telekomunikasi(ET)
  9. Sarjana Teknik Informatika(IF)
  10. Rencana Studi: Sains Komputer
  11. Rencana Studi: Rekayasa Perangkat Lunak
  12. Sarjana Sistem dan Teknologi Informasi(II)

Undergraduate Program Tree Diagram

Undergraduate program: To get a bachelor degree (Sarjana Teknik), Undergraduate program student should take minimum 144 semester credit units (SCU) within 4 years of full time study. This includes minimum of 36 SCU of common 1st Year Program in the first year.

Bachelor of Engineering Program: Electrical Power Engineering (EP), Telecommunications Engineering (ET), Electrical Engineering (EL), Informatics Engineering (IF), and Information Systems & Technology (II)

All SEEI’s Bachelor of engineering program must demonstrate that their student attain:

  1. an ability to apply knowledge of mathematics, science, and engineering,
  2. an ability to design and conduct experiments, as well as to analysis, and interpret data
  3. an ability to design a system, component, or process to meet desired needs within realistic contraints such as economic, environmental, social, political, ethical, health and safety, manufacturability, and sustainability
  4. an ability to funtion on multi-disciplinary teams
  5. an ability to identify, formulate, and solve engineering problems
  6. an understanding of professional and ethical responsibility
  7. an ability to communicate effectively
  8. the broad education necessary to understand the impact of engineering solutions in a global, economic, environmental, and societal context
  9. a recognition of the need for, and an ability to engage in life-long learning
  10. a knowledge of contemporary issues
  11. an ability to use the techniques, skills, and modern engineering tools necessary for engineering practice

Common Courses:

SEEI’s common courses (Core of EP, ET, EL, IF, and II)

No

Code

Name

SCU

Note

1

KU1071

Introduction to information Technology A (Basic of Programming)

2

First Year

2

EL1092

Fundamental of Electrical Circuits

2

First Year

4

3

MA2072

Engineering Mathematics I

3

Second Year

4

EP2092/ET2092/EL2092/IF2092/II2092

Probability & Statistics

3

Second Year

5

EL2095

Digital Systems

3

Second Year

6

EL2195

Digital Systems Laboratory

1

Second Year

10

Those Courses must be taken by all undergraduate students in Electrical Power Engineering, Telecommunication Engineering, Electrical Engineering, Informatics Engineering and Information System and technology

EP, TE, and EL common courses

No

Code

Name

SCU

Note

1

MA2074

Engineering Mathematics II

3

Second Year

2

EL2090

Electromagnetics

3

Second Year

3

EL2093

Electric Circuits

3

Second Year

4

EL2193

Electric Circuits Laboratory

1

Second Year

5

EL2040

Electronics

3

Second Year

6

EL2140

Electronics Laboratory

1

Second Year

7

EP2094/ET2094/EL2094

Signal & Systems

3

Second Year

17

Those Courses must be taken by all undergraduate students in Electrical Power Engineering, Telecommunication Engineering, and Electrical Engineering

IF and II (Computing) common courses

No

Code

Name

SCU

Note

1

EL2010

Organization & Computer Architecture

3

Second Year

2

EL2091/II2091

Discrete Structure

3

Second Year

3

IF2030/IF2031

Algorithm & Data Structure

4/3

IF/II-2nd Year

4

IF2032/IF2033

Object Oriented Programming

4/3

IF/II-2nd Year

5

IF2034

Data Bases

3

Second Year

6

IF2036

Software Engineering

3

Second Year

7

IF3055

Operating System

4

Third Year

8

IF3094

Inter Personal Communication

2

Third Year

9

IF3097

Computer Networks

3

Third Year

10

IF3099

Human Computer Interaction

3

Third Year

32/30/24

Those Courses must be taken by all undergraduate students in Informatics Engineering, and Information System and Technology

 

Curriculum Structure

Without Minor

With Minor

SCU

SCU

SCU

SCU

First Year Program

36

36

36

36

Major’s Compulsary

44

Max 96

44

Max 93

ITB’s Compulsary

10

10

Option / Plan of Study’s Compulsary

X

X

Electives

Y

Y

Electives Non Major (non Study Program)

Min 9

Min 12

Min 15

Free Elective

Min 0

Minor (other major or other study program)

15

144

144

Professional Component:

  • One year of a combination of college level mathematics and basic sciences (some wtih experimental experience) appropriate to the discipline. –> 36 SCU
  • One and one-half year of engineering topics, consisting of engineering sciences and engineering design appropriate to the field of study. –> 54 SCU

First Year Program at The School of Electrical Engineering and Informatics

Semester I

Semester II

No

Code

Course Name

SCU

No

Code

Course Name

SCU

1

MA1101

Calculus I

4

1

MA1201

Calculus II

4

2

FI1101

Elementary Physics IA

4

2

FI1201

Elementary Physics IIA

4

3

KI1101

Basic Chemistry I A

3

3

KI1201

Basic Chemistry IIA

3

4

KU1101

Conceptual Approach on Integrated Science

2

4

KU1201

Sciences of The Universe

2

5

KU1071

Introduction to Information Technology A

2

5

KU1001

Sport

2

6

KU102X

English

2

6

KU1011

Scientific Writing in Indonesian

2

7

7

EL1092

Fundamental of Electric Circuits

2

Total

17

Total

19

After completing common first year program, at the end of the second semester of first year, the atudent may select a major (study Program) according to his/her interest.

The estimate of distribution of students per year for each program as follows

Study Program

Distribution (Min -:- Max)

Note

EL

100 -:- 150

Total EL + EP + ET Maximum 250

EP

50 -:- 70

ET

50 -:- 80

IF

100 -:- 120

Total IF + II Maximum 150

II

30 -:- 50

Total

Maximum 400

6. http://terselubung.blogspot.com/

53 Makna Tahi Lalat di Tubuh Kita

1. Tahi Lalat di Ujung Mata Kanan/Kiri Dapat Dipercaya tapi Pendiam 2. Tahi Lalat di Pangkal Hidung Pandai dan Baik Hati 3. Tahi Lalat di Alis Kanan Suka Menolong 4. Tahi…

READ MORE»

10 Negara Paling Ramah Lingkungan di Dunia

1.Jerman Selain Jerman terkenal dengan cuaca mendungnya, Jerman memiliki lebih dari setengah pembangkitan listrik tenaga surya di dunia dan telah menginvestasikan lebih dari $ 14 milyar (140triliun rupiah)…

READ MORE»

10 Fakta mengenai Taj Mahal

1. Salah satu fakta yang paling menarik mengenai Taj Mahal adalah bahwa bangunan ini nampak dengan berbagai macam warna tergantung harinya, dan apakah ada bulan atau tidak pada malam harinya. 2….

READ MORE»

Jalan Paling Mengagumkan dan Unik Didunia

Jalan merupakan sarana penghubung yang telah ada sejak awal waktu.untuk memudahkan perjalanan dibuatlah jalan.Daftar jalan paling mengagumkan dan tidak biasanya ini tersebar di beberapa negara.dan adapun…

READ MORE»

Negara-negara yang Tidak Memiliki Kekuatan Militer

Solomon island Kepulauan solomon, yang mengejutkan, tidak terdiri dari beberapa pulau, tetapi mereka total dalam ribuan. Kepulauan solomon mampu membentuk pemerintah yang stabil sampai…

READ MORE»

Jalan Paling Mengagumkan dan Unik Didunia


1.Savoy Court,Inggris
 Jalan merupakan sarana penghubung yang telah ada sejak awal waktu.untuk memudahkan perjalanan dibuatlah jalan.Daftar jalan paling mengagumkan dan tidak biasanya ini tersebar di beberapa negara.dan adapun syarat untuk masuk dalam kategori top 10 ini adalah bahwa sampai sekarang jalan tersebut masih harus tetep ada sampai sekarang.dan inilah daftar jalan tersebut…

2.Steepest Street,New Zealand
Klaim:Merupakan jalan paling curam didunia

Klaim:satu-satunya jalan di inggris yang mewajibkan pengendara berjalan disebelah kanan. Seperti kita ketahui bahwasanya orang-orang di inggris selalu berjalan disebelah kiri seperti kita di indonesia (tidak seperti di amerika dan eropa lainnya yang biasanya berjalan disebelah kanan),tetapi ada satu jalan diinggris yang mewajibkan pengendara berjalan disebelah kanan,yaitu di savor court ini.
3.The Magic Roundabout,England
Klaim:Bunderan paling buruk didunia
Dibangun pada tahun 1972 dan terdiri dari 5 lainnya roundabouts kecil. Untuk membuat hal-hal yang lebih buruk, Anda harus melakukan perjalanan, anti-clockwise (kebalikan dari yang biasa pada situasi roundabouts Inggris), ketika Anda memasuki pusat bundaran kecil. Swindon Junction yang telah voted persimpangan yang terburuk di Inggris.

4.Lombard Street,United States
Klaim:Jalan paling berliku-liku didunia

5.9 de Julio Avenue,Argentina
Klaim:Jalan paling luas didunia
Memiliki enam Lanes di setiap arah dan spans seluruh blok kota. Terdapat satu bangunan yang duduk di Avenue tetapi ada banyak landmark terkenal di samping – seperti yang lama Kedubes Perancis, patung Don , dan yang terkenal tugu (terlihat dalam gambar di atas) dan Plaza de la República.

6.Road To Giza,Mesir
Klaim:Jalan aspal Tertua didunia
The Road to Giza adalah jalan aspal tertua didunia.dibangun lebih dari 4600 tahun dengan lebar 6,5 kaki.menghubungkan ke quarries Southwest dari Kairo, ke dermaga di Danau Moeris yang terhubung ke Nil. Jalan yang digunakan untuk transportasi besar blok basal ke Giza di mana mereka digunakan untuk bangunan (khususnya untuk paving).

7.Parliament Street,Inggris
Klaim:Jalan Paling sempit didunia
inilah jalan ter sempit didunia dengan ukuran 0,64 meter

8.Pan-American Highway,The Americas
Klaim:Jalan terpanjang didunia
dengan panjang 48.000 kilometer (29.800 mil) dan melewati 15 negara termasuk amerika serikat,kanada,meksiko,peru,argentina dan elsalvador mengantarkan jalan ini menjadi jalan terpanjang didunia

9.Ebenezer Place,Skotlandia
Klaim:Jalan Paling pendek didunia
hanya berukuran 2,06 meter (6,8 kaki). Hanya ada satu rumah di jalan ini,dibangun pada 1883. Bangunan adalah hotel (Mackays) dan pemilik telah menginstruksikan melukis nama jalan di samping . Ia secara resmi dinyatakan jalanan pada tahun 1887.

10.Gravity Hill,Various Locations
Klaim:Jalan Yang menentang hukum-hukum Fisika
Bila Anda parkir mobil Anda di kaki bukit(kadang-kadang disebut juga magnetik perbukitan atau bukit Mystery), mobil akan muncul ke atas bukit roll – tidak turun. Alasan ini adalah sebuah ilusi optik yang disebabkan oleh lingkungan sekitar. Jika anda tertarik untuk mengunjungi gravity bukit, Wikipedia memiliki daftarnya dan lokasinya di seluruh dunia.

sumber: http://woamu.blogspot.com/2009/08/jalan-paling-mengagumkan-dan-unik.html

7. http://www.bacamanga.web.id/

     http://www.komikid.com

Satu Tanggapan to “informasi tentang universitas – universitas Indonesia ^^ (T1 – TIK)”

  1. dondypiton Says:

    sngat bermanfaat informasiny….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: